Seperti ditulis Republika pada Senin (02/02), Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengaku saat ini memanglah banyak beredar makanan yang bahan bakunya menggunakan daging babi, lemak babi, serta minyak babi. Bahan-bahan itu cocok dicampurkan dengan beberapa bahan makanan olahan.
" Makanan yang mengandung babi memanglah sangat banyak serta hampir keseluruhan makanan itu kemungkinan mengandung babi, " kata Lukman.

Founder Halal Corner Aisha Maharani melalui akun Twitter-nya, @AishaMaharanie mencatat ada 22 sebutan lain untuk bahan baku dari babi serta turunannya. Istilah-istilah itu termasuk asing serta jarang didengar masyarakat Indonesia.
Berikut daftarnya :
***
Pig : Babi muda dengan berat kurang dari 50 kg.
Pork : Daging babi.
Swine : Daging babi untuk seluruh spesies babi.
Hog : Babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg.
Boar : Babi liar, babi hutan, atau celeng.
Lard : Lemak babi, umum digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun.
Bacon : Daging hewan yang diasapi, terlebih babi.
Ham : Daging babi sisi paha.
Sow : Babi betina dewasa (tetapi arti ini jarang digunakan).
Sow milk : Susu yang dihasilkan dari babi.
Bak : Daging babi dalam bahasa Tiongkok. Contoh : Bak Kut Teh, bakkwa.
Char siu, cha siu, char siew : Merujuk hidangan kanton berbentuk daging barbeku.
Cu Nyuk : Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka. Arti itu digunakan pada makanan siomay serta bubur.
Rou : Babi dalam bahasa Mandarin, umpamanya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.
Dwaeji : Daging babi dalam bahasa Korea, umumnya digunakan sebagai varian dalam bulgogi serta galb.
Tonkatsu : Hidangan Jepang berbentuk irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.
Tonkotsu : Hidangan Jepang berbentuk ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, serta kolagen babi.
Butaniku : Sebutan daging babi dalam bahasa Jepang.
Yakibuta : Hidangan Jepang serupa char siu, umumnya digunakan untuk toping ramen.
Nibuta : Hidangan Jepang berbentuk pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah.
B2 : Sebutan untuk makanan yang berbahan daging babi di daerah Batak serta Yogyakarta.
Khinzir : Nama untuk babi dalam bahasa Arab serta Melayu
***
Silahkan di SHARE..
Sumber : bersamaislam