
Begini langkahnya :
Anda bisa duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan. Posisi tegak kurangi desakan dalam pembuluh darah di hidung Anda, dan bisa menghambat perdarahan makin banyak. Posisi cenderung ke depan bisa hindari Anda dari menelan darah Anda sendiri yang apabila tertelan dapat menghematasi perut.
Lalu, tiup hidung Anda lewat cara perlahan untuk bersihkan
masing-masing darah yang membeku.
Lantas jepit lubang hidung Anda memakai ibu jari dan telunjuk
faedah hentikan
perdarahan.
Lakukan pada ke-2 lubang walaupun perdarahan hanya keluar pada satu lubang saja. Lakukan selama 5–10 menit.
Sepanjang penjepitan, Anda bisa bernapas melalui mulut.
Anda bisa pula mengompres hidung dengan es batu yang dibalut handuk.
Apabila perdarahan masih tetap belum juga berhenti, ulangilah cara-cara di atas.
Setelah perdarahan berhenti, disarankan untuk menegakkan kepala (jangan sampai membungkuk) selama berapakah jam agar darah tidak mengalir kembali. Jauhi juga mengupil atau buang ingus setelah perdarahan berhenti.
Selekasnya tanyakan ke dokter apabila Anda masih tetap alami perdarahan setelah kerjakan perawatan rumahan, alami epistaksis/mimisan yang berulang-kali, sesak napas, jantung berdebar, pusing, batuk berdarah, muntah darah, atau demam
sumber:http://www.99tipssehat.com/2016/03/perhatikan-jangan-keburu-panik-saat.html