
Pendapatan sang bapak, Alimuddin sebagai tukang ojek yg tidak menentu habis untuk menghidupi istri serta 5 anaknya yang masih kecil-kecil.
“Ridwan mulai sejak berumur satu bulan, kepalanya sudah membesar. Untuk membiayainya saya tidak dapat, “ ucap dia, Sabtu (3/9/2016).
Sang ibu, Nursia mengatakan, waktu berobat ke puskesmas atau rumah sakit,
mereka selalu dimintai biaya. Walau sebenarnya, sebut dia, dirinya memiliki kartu BPJS yang setiap bulannya membayar Rp 25. 500.
Ibu rumah-tangga ini juga mengharapkan janji Wali Kota Parepare Taufan Pawe waktu kampanye, yaitu menggratiskan cost penyembuhan puskesmas serta rumah sakit dapat diwujudkan.
Disamping itu, Ketua LPMK Kelurahan Bukit Harapan, Bahtiar Abubakar mengakui segera menyebarkan info itu begitu tahu.
“Penjelasan sang ibu bayi hidrosefalus itu, begitu miris mendengarnya. Ia tak dipedulikan di dalam kota yang bertajuk Perduli. Besok saya bakal antar ke rumah sakit untuk berobat, “ Jelas Bahtiar, yang juga bekas tim penanggung jawab Kelurahan yayasan TP Center, milik Wali Kota Pare, Taufan Pawe.
sumber. kompas. com