Tergesa-gesa serta tunda aslinya dari setan. Sedang bergegas dalam lakukan kebaikan atau meninggalkan keburukan yaitu satu diantara keutamaan untuk beberapa orang yang beriman.
Abbas berkata seperti dijelaskan dalam Tafsir al-Qurthubi, “Suatu kebaikan akan tidak terwujud, terkecuali dengan tiga hal ; selekasnya lakukan, menganggapnya kecil, serta menutupinya. ”
Sesudah bergegas, sebaiknya kita tak berpuas diri dengan amalan itu serta menganggapnya sebagai amalan yang kecil sampai diri selalu mengerjakannya. Diluar itu, disarankan untuk menutupi amal. Sebab yang tersembunyi lebih dekat pada keikhlasan.
Ikuti Jejak Nabi
Berikut sebaik-baik teladan. Beliaulah sosok yg tidak disangsikan lagi keshalihannya. Beliau adalah pribadi penuh pesona, hidup serta matinya dalam kemuliaan. Beliaulah sosok yang meninggal dunia dalam kondisi husnul khatimah. Jadi kita mesti meneladaninya dalam beragam segi kehidupan supaya nantinya memperoleh apa yang beliau capai. Insya Allah.
Ingat Akhirat
Yaitu seseorang bijak yang pernah bertutur, “Jika sesaat saja kulupakan akhirat, hati ini jadi rusak. ”
Hadirkan akhirat dalam benak. Dekatkan deskripsi akhirat didalam fikiran. Senantiasalah berusaha supaya panorama akhirat bersemayam didalam hati. Dengan mengingat akhirat serta mengusahakan kehidupan kekal di dalamnya, dunia bakal pupus serta tak berarti sedikit juga.
Perbaiki Kekurangan Diri
Berikut pekerjaan yang akan tidak pernah selesai. Berikut pekerjaan paling utama orang beriman. Aktivitas yg tidak pernah berhenti. Melakukan perbaikan diri yang memanglah banyak kesalahan. Diri yang perlu diingatkan terus-terusan. Tanpa ada henti.
Pegang Teguh Aqidah Islam
Senantiasalah berdasar pada Islam serta tetaplah ada dalam naungannya sampai kematian mendekati. Berdoa serta berupayalah untuk mati dalam kondisi berserah diri pada Allah Ta’ala.
Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi berkata, “Lakukan ini setiap saat, bahkan juga tiap-tiap detik. Allah Ta’ala menceritakan wasiat Nabi Ya’qub ‘Alaihis salam serta Nabi Ibrahim pada anak-anaknya, ‘Dan Ibrahim sudah mewasiatkan pada anak-anaknya, demikian juga Ya’qub. Ibrahim berkata : Hai anak-anakku, sebenarnya Allah sudah pilih agama ini bagimu. Jadi jangan sampai anda mati, terkecuali dalam memeluk agama Islam. ’” (Qs. al-Baqarah 2 : 132)